Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Obat yang Boleh diberikan kepada Bayi

Selasa, 09 Agustus 2011

Orangtua kadang ragu saat harus memberikan obat untuk buah hatinya. Tapi jika anak sudah merasa kesakitan, akan lebih buruk lagi jika membiarkannya. Karena itu kenali obat-obat apa saja yang boleh dikonsumsi bayi.

Obat yang diperuntukkan bagi bayi terkadang memang dijual bebas, tapi sebenarnya ada obat yang kurang efektif dan hanya memberikan efek plasebo saja.

Efek plasebo adalah jika suatu obat dikatakan bisa membuat kondisi anak membaik, maka sepertiga populasi anak akan merasakan hal tersebut (kondisi membaik).

Ada beberapa jenis obat untuk bayi, yaitu:

Jenis obat cair. Kebanyakan obat-obatan khusus untuk bayi dibuat dalam bentuk cairan (sirup). Cara termudah untuk memberikannya adalah melalui pipet (tabung suntik khusus untuk obat), usahakan untuk mengarahkan obat ke dinding dalam pipi bayi dan bukan ke pangkal tenggorokan sehingga bayi tidak tersedak.

Jenis obat supositoria. Jenis obat ini biasanya diberikan pada bayi melalui anus. Caranya masukkan obat yang ujungnya berbentuk seperti peluru ke lubang anus, lalu rapatkan kedua belah pantat bayi selama beberapa saat agar obat tidak terdorong keluar lagi.
Jenis obat tetes. Obat ini biasanya diberikan sebagai obat tetes mata, obat telinga atau obat untuk mengatasi masalah di hidung.

Tak ada salahnya jika orangtua meminta saran dari apoteker atau dokter mengenai obat-obatan yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Selain itu pastikan juga bahwa obat tersebut sesuai dengan usia anak, menyimpannya di luar jangkauan anak-anak serta dosis yang diberikan tidak melebihi dosis harian. Ketahui obat-obat apa saja yang bisa dikonsumsi, yaitu:
Obat Kegunaan Cara pakai
Parasetamol Demam dan nyeri Oral (mulut) dan anus (supositoria)
Ibuprofen Dema, nyeri dan peradangan Oral (mulut)
Obat batuk Berbagai tipe batuk (kering, berdahak dan lainnya) Oral (mulut)
Antihistamin Reaksi alergi akut, alergi serbuk sari Oral
Cairan rehidrasi Gastroenteritis (peradangan organ perut dan usus) akut dan penyakit dengan risiko dehidrasi Dicampur dengan air (oralit) untuk diminum
Tetes hidung salin Melapangkan hidung yang tersumbat Nasal (lewat hidung)
Gaviscon bayi Mengobati refluks gastroesofageal (naiknya asam lambung ke tenggorokan) Dicampur dengan susu
Laktulosa Sembelit ringan Oral
Senna Sembelit sedang Oral
Krim steroid Eksim yang meradang Dioleskan pada kulit
Emolien Kulit kering dan eksim Dioleskan pada kulit
Gel gigi Gusi nyeri Dioleskan pada gusi
Lotion telur kutu Kutu rambut Digunakan pada kulit kepala
Obat cacing Untuk cacing kremi Bentuk tablet atau sirup

Hal terpenting yang harus dipahami oleh orangtua adalah jangan pernah memberikan aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun kecuali diresepkan oleh dokter anak. Hal ini karena aspirin dihubungkan dengan penyakit langka yang berpotensi mematikan dan disebut dengan sindrom Reye.

Efek KAFEIN Pada Anak

Senin, 08 Agustus 2011


Kafein merupakan salah satu zat yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, namun zat ini bisa ditemukan dalam berbagai minuman. Lalu bagaimana pengaruh kafein terhadap kesehatan anak-anak?

Sebagian besar orangtua memang tidak akan memberikan anaknya secangkir kopi, tapi tanpa disadari orangtua juga bisa memberikan asupan kafein pada anaknya melalui minuman ringan. Saat ini banyak minuman yang mengandung kafein, karena itu orangtua harus cermat dalam menjaga asupan kafein pada anak-anaknya.

Kafein adalah suatu zat yang bisa merangsang sistem saraf pusat dan zat ini bisa memberikan efek yang sama terhadap anak-anak maupun orang dewasa. Pada tingkat yang rendah, zat ini bisa membuat seseorang merasa lebih energik dan waspada (terjaga).

Efek yang bisa ditimbulkan dari kafein adalah bisa menyebabkan sakit kepala, sakit perut, gugup, sulit berkonsentrasi dan peningkatan denyut jantung. Pada anak-anak tidak perlu dosis yang tinggi untuk menimbulkan gejala ini, sehingga meskipun kadarnya rendah bisa menghasilkan efek tertentu.

Selain itu ada alasan lain yang mengharuskan orangtua membatasi konsumsi kafein pada anak, yaitu:

Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis yang mengandung kafein bisa menyebabkan gigi berongga dan merusak enamel gigi anak.

Kafein adalah suatu zat diuretik yang menyebabkan tubuh mengeluarkan kandungan air (melalui buang air kecil) sehingga bisa memicu dehidrasi. Karena itu batasi konsumsi kafein, karena anak-anak cenderung lebih susah minum air putih untuk mengganti cairan dalam tubuhnya yang hilang.

Kafein dapat memperburuk masalah jantung atau gangguan saraf, sehingga cukup berbahaya jika anak kecil sudah terbiasa mengonsumsi kafein.
Meskipun anak-anak tidak mengonsumsi kopi, tapi asupan kafein bisa didapatkan dari teh, coklat, es krim kopi, minuman soda atau yogurt beku. Karena itu orangtua harus memperhatikan asupan dari makanan atau minuman tersebut.

Untuk menghindari atau mengurasi asupan kafein, orangtua bisa menggantinya dengan air putih, susu atau jus buah-buahan. Selain itu jika anak sudah terlanjur sering mengonsumsi kafein, maka usahakan untuk mengurangi porsinya secara perlahan-lahan.

Pengikut