Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Bila Q Jatuh Cinta

Senin, 14 Juni 2010

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Suara Diam

Selasa, 18 Mei 2010

Dalam gelap ada suara diam
Merinding perlahan karena takut
Orang-orang bicara tanpa suara
Ada syair lagu tak ada melodi
Ada puisi dalam diam
Menangis tanpa suara
Merasa sakit tetap diam
Hati mengeluh
Bibir terkatup diam
Telinga mendengar diam
Mata melihat namun diam
Bisikan lembut suara diam
Dinuansa beku manusia
Menjalar Bagai Virus Ganas

Rindu

Minggu, 02 Mei 2010

Aku rindu padamu.

Yang menuntun melindungiku saat ku tertatih belajar berjalan.
Menemaniku duduk dibawah rerimbun pepohonan.
Berdua duduk sambil mendengarkan nyanyian angin yang disenandungkan melalui dedaunan bambu.

Yang berselonjor denganku di teras. Menemaniku meniup sabun cair membentuk bola-bola transparan yang terbang rendah. Atau sekedar duduk saja sambil melingkarkan tangan di bahu kecilku menemaniku yang takjub mendengarkan cerita-ceritanya tentang Aji Saka, dan tertawa bersama saat menceritakan kekonyolan Kabayan.

Yang memanggilku sayang dan menggendongku pulang.
Yang menuntunku berjalan atau mengejarku yang lari kegirangan meskipun tubuh tuamu kelelahan.

Yang memotongkan mangga manis untukku. Mendoakanku dan melindungiku.

Aku rindu
Pada sorot mata hangatmu ketika menuntunku saat kita berjalan di jalan setapak panjang yang membagi sawah menjadi petak-petak.
Pada tangan tua kasarmu yang selalu terulur untuk membimbingku.
Pada suara beratmu yang selalu mendoakanku setiap selepas maghrib.
Pada kesalmu, pada amarahmu, pada tangismu, pada ringkihmu, pada lemahmu, bahkan pada sorot matamu yang perlahan meredup seiring berlalunya nafasmu Isya itu.

Aku benar-benar rindu.

Arti Kehidupan

Jumat, 23 April 2010

adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi..?
jika benar,
apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti…
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadarihanya
Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

Met Malem Cinta

Cinta memanggilku
Segera kuberlari meghampiri
Meski harus kutempuh
jalan berbatu dan berliku
Kan kuserahklan diri
kedalam rangkulan sayap2nya
Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya
akan melukaiku
Ku bisikan cinta
Mungkin cinta kan membawaku
terbang tinggi ke kumpulan bintang2
Namun dia juga akan mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautanTangan kita terikat...
bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasirDi luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tanduDuduk saja

Pancaran Cahaya Dzikir

Kamis, 22 April 2010

Aku melihat beberapa tetes embun dipagi hari

Yang membasahi setangkai bunga di halaman rumahku

Pagi ini terasa sejuk dengan angin segar

Yang datang menari-nari dengan lembut

Matahari juga hampir menampakkan wajahnya

Yang sangat elok dan cerah

Sungguh jiwaku pagi ini begitu tenang

Disebabkan oleh pancaran cahaya dzikir di kalbuku

Karena dari sebelum fajar jiwa dan ragaku berdiri tegap

Menundukkan wajah dan badan

Untuk ruku’ dan bersujud kepada Rabb..

Aku gerakkan jari-jariku untuk memutar tasbih

Aku tuntun lisanku untuk beristighfar, bertahmid dan bertasbih

Serta aku sirami jiwaku dengan senandung kalam-Nya

Untuk menggerakkan hatiku agar terus ingat pada-Nya

Ya Rabb…

Tak ada kebahagiaan yang melebihi ketenangan ketika aku berhalwat di hadapan-Mu

Tak terasa tetesan air mata membasahi pipiku

Karena jiwa sadar dengan dosa-dosa yang semakin banyak

Lantunan doa dan pujian terus aku panjatkan padaMu

Mewarnai heningnya sepertiga malam

Di kala manusia lebih banyak berada pada kasur yang empuk

Dan selimut yang sangat hangat

Wahai jiwaku..!

Sucikanlah dari kekejian

Tunduklah dan berserahlah dihadapan Rabbmu

Niscaya kau akan selalu mendapatkan pancaran cahaya-Nya

Sehingga terus bisa berjalan di jalan yang benar

Pengikut