Berkomunikasi dengan Tubuh Sendiri

Selasa, 13 Juli 2010

Jadilah Dokter bagi Tubuh Kita Sendiri. Komunikasi yang terjalin baik dan sangat rapi antara sel yang satu dengan yang lainnya menghasilkan mekanisme tubuh yang begitu menakjubkan. Coba kita renungkan, bagaimana mungkin tubuh kita akan terpelihara dengan baik, jika antara kita si pemilik tubuh dan tubuh itu sendiri tidak terjalin komunikasi dengan baik ? Semakin kita tahu bahasa tubuhkita, semakin baik pula komunikasi yang terjalin antara kita dan tubuh kita. Kapan pun tubuh kita “berbicara” dengan kita melalui bahasanya, tentu kita akan meresponnya sebaik dan sesegera mungkin.


Sakit kepala atau pusing karena tekanan darah tinggi yang naik tentu akan berbeda pendekatannya dengan sakit kepala atau pusing yang disebabkan kadar gula darah yang turun drastis. Begitupun pusing karena kurang tidur akan sangat berbeda sekali pendekatannya dengan pusing karena “banyak utang”, misalnya. Perlu dipahami bahwa pusing umumnya hanya dampak dari penyakit lain. Hampir 75%nya pusing atau sakit kepala disebabkan oleh gangguan pencernaan.

Sesungguhnya sangatlah tidak bijak kalau kita cuma meredam rasa sakit kepala dengan berbagai obat dan bukan mengobati sumbernya. Tubuh selalu memberi kita signal agar seluruh aktivitas kita sesuai dengan yang tubuh inginkan, sebagai contoh :

1) Rasa Lapar
Rasa lapar merupakan signal positif tubuh yang member informasi kepada kita bahwa mesin pengolahan makanan kita sudah kosong dan siap diisi lagi. Sebaiknya makan itu tidak dengan acuan jam, tetapi dengan acuan rasa lapar. Sangat banyak kebiasaan orang makan sebelum lapar, makan dengan patokan jam, dan sangat banyak pula orang menunda-nunda waktu makan ketika signalnya sudah muncul, yang berefek pada meningkatnya asam lambung dan mengganggu keseimbangan sistem pencernaan kita. Akhirnya muncul penyakit seperti gastritis atau gastric ulcer (radang atau luka tukak lambung).

2) Rasa Haus
Rasa haus merupakan signal positif tubuh. Tubuh meminta kita agar menambah cadangan air dalam tubuh kita.
Mayoritas kita tidak tahu kapan sebaiknya kita minum. Berapa banyak tubuh membutuhkan air dalam satu hari?

3) Rasa Ngantuk
Rasa ngantuk merupakan signal positif tubuh. Tubuh memohon agar kita segera menidurkannya atau mengistirahatkannya. Betapa banyak orang memaksakan tubuhnya untuk tetap terjaga dengan berbagai tonik dan obat-obatan untuk memacu tetap segar, ketika signal positif rasa kantuk muncul, padahal itu memperbudak tubuhnya sendiri dengan memaksa proses alami tubuh.


4) Rasa Lelah
Rasa lelah merupakan signal positif tubuh, yang mungkin kita sudah memaksa tubuh bekerja berlebihan, menguras fisik dan pikiran, dan tubuh berharap kita mengistirahatkannya, agar energi kita segera pulih seperti sedia kala. Berbagai minuman energi drink yang banyak dipasaran, hanya akan memaksa tubuh tetap segar sesaat yang dipaksakan dan akan berefek terganggunya sistem keseimbangan tubuh dan penyakit.

5) Rasa Mual
Rasa mual merupakan signal positif tubuh yang tidak boleh diredam dengan berbagai obat anti mual. Rasa mual mengindikasikan mesin pengolahan makanan kita sedang rusak atau bermasalah bahkan mungkin banyak penumpukan toksi atau racun di organ pencernaan, yang membuat kita harus bijak melakukan pembersihan atau detoksifikasi. Tugaskita segera memperbaiki dan mengistirahatkannya denganhanya memberi makanan yang sangat ringan dicerna dan memiliki efek cleansing atau pembersihan, seperti berbagai jus buah-buahan dan sayur-sayuran yang sesuai kebutuhan tubuh dan gejalanya. (Jenis makanan harus disesuaikan dengan faktor penyebab gejala mualnya)

6) Rasa Sakit
Rasa sakit bukan penyakit, tapi efek yang ditimbulkan oleh penyakit. Oleh karena itu seharusnya kita tidak boleh begitu saja meredam rasa sakit dengan berbagai obatobatan analgetik, kecuali terpaksa karena rasa sakit yang sangat hebat dan tidak bisa ditahan. Kebiasaan meredam rasa sakit dengan berbagai obat-obatan hanya akan memperbudak tubuh kita dan justru akan semakin mempersulit kita untuk mencari sumber kerusakan tubuh penyebab rasa sakit. Cara-cara ini hanya akan memperburuk tubuh kita ketimbang memperbaikinya.

9 komentar

Islamic.Net mengatakan...

makasih atas ilmunya ya

Fauzi Akbar mengatakan...

wowww bleh d CoBa Nih

Ka Damar mengatakan...

hahaha, klo kemunikasi dg sendiri, kayaknya setiap hari deh . . . .klo lapar komunikasi sm perut, klo ngantuk, sma mata, klo mau BAB, sama siapa hayo . . . . . .

ZER mengatakan...

nice share .... tapi kalau masih banyak kerjaan numpuk biasanya semua ga bs komunikasi .. :D

AZ COMSOFT mengatakan...

makasih nih atas pencerahannya...posting terus ya yg kaya gini....^_^

ArDa mengatakan...

wah pencerahan yang bagus ini....Nice post sobat......

Blogs4funny mengatakan...

Terima kasih sob atas infonya ,sangat bermanfaat...salam kenal..:)

i-Komputer mengatakan...

hahaha...bagus bagus....

Ka Damar mengatakan...

Di tungggu post barunya Kawan ^^

Posting Komentar

Jangan Lupa KLIK Google+

Pengikut