Dunia SMP Tercoreng Lagi

Selasa, 31 Agustus 2010

Wah jaman sudah Gila kali, eh...sebenarnya yang gila jamannya atau orangnya, sich ? Wah Bingung juga ?

Sebuah kisah nyata Siswa Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sebut saja Nama Sekolahannya SMP Negeri Tercoreng Semarang.

Alkisah...

Pada suatu hari yang cerah bahkan cuana identik panas, 2 pasang sejoli menantikan bel Pulang sekloha berbunyi. Dengan sabar dan penuh rasa senang karena akan ketemu dengan kekasihnya setelah pulang sekolah nanti. Al hasil, Bel sekolah Ber bunyi trrrreeeeeeeeet.....trrrreeeeeet...trrrreeeeeeet, prikitiewwww....

Siapa sich yang ga senang jika ketemu dengan kekasihnya ?


Sebut saja Pelajar Laki2 bernama Si Boy dan Pelajar Cewek Si Mawar...!!!

Setelah bel sekolah berbunyi, semua siswa di SMP Negeri Tercoreng Semarang serentak teriak, karena jam pelajaran yang melelahkan telah usai (teringat masa SMP dulu). Lebih gembira Lagi Si Boy dan Si Mawar karena sepulang sekolah ini mereka ada Janjian "A pair of young lovers who were in lovesick".

Singakat kata, singkat cerita aku dan dia Jatuh cinta, kedua Pelajar yang sedang mabuk cinta itu pun bertemu (so sweet) tanpa basa-basi dan rasa malu, si Boy langsung gandeng tangan si Mawar (ingat bro bulan puasa) seraya berjalan menuju gerbang Sekolah. 

Dari sini awal mula petaka SMP Negeri Tercoreng benar-benar tercoreng namanya...

Setelah Si Boy dan Si Mawar Berbincang dan bercanda di depan gerbang sekolah di bawah pohon yang rindang (bagai dunia milik kita berdua). Ibu penjaga kantin mengendus gelagat yang mencurigakan dari kedua sejoli tersebut, karena sampai keadaan dan situasi sekolah sepi, kedua sejoli itu pun belum pulang juga.

Ibu penjaga kantin itu pun mengamati secara diam-diam laksana seorang Diktetif, tiba-tiba.... tak disangka dan tak di duga... Kedua pasangan itu langsung berdiri, suara canda mereka berdua terhenti, si Mawar mulai masuk lagi ke dalam halaman sekolah, dan si Boy mengikuti dari belakang. Berhung kebanyakan guru dan para siswa sudah banyak yang pulang jadi keadaan sudah sepi. Si mawar pun keliling sekolahan untuk memastikan keadaan sekolah. Dan si Boy menunggu. Setelah si Mawar memastikan keadaan sekolah benar-benar aman dan sepi, dia berjalan menuju WC Sekolah. Si Boy menunggu dengan cemas, dan penuh debar jantungnya. tak lama kemudian, Handphone si Boy Bunyi tulalit...tulalit.tulalit, si Boy pun dah mengira kalau  SMS itu dari si Mawar, dengan perasaan penasaran si Boy membuka SMS dari mawar, dan SMS itu berbunyi "Sayang Keadaan Aman, aku tunggu di WC sekolah".

Sang diktetif (Ibu Penjaga Kantin) tambah curiga dengan tingkah kedua sejoli tersebut. Secara perlahan-lahan si Ibu Penjaga Kantin mengikuti si Boy yang sedang tergesa-gesa menuju ke WC Perempuan tersebut. setelah Ibu kantin mengetahui si Boy masuk ke WC Perempuan yang sebelumnya si Mawar sudah berada di salam. Ibu Penjaga Kantin tersebut bergegas memanggil kepala sekolah dan beberapa guru. 

Akhirnya misi rahasia Ibu  Penjaga kantin membuahkan hasil, setelah dia (Ibu Penjaga Kantin), Kepala Sekolah dan beberapa guru menuju ke WC Sekolah khusus perempuan, Sang Kepala Sekolah pun curiga, keadaan sunyi senyap tetapi ada salah satu ruang WC tertutup dari dalam. Tanpa menmuang waktu, Kepala Sekolah dan bebrapa staff Guru mendobrak Pintu WC tersebut, Hati kepala sekolah bak tersabar petir disiang hari yang bolong, beberapa staff guru pun kaget melihat dua pasang sejoli tersebut berada didalam tanpa busana ??? (kira-kira melakukan apa ya kedua sejoli tersebut ??) so pasti gituan lah...!!!

Tanpa banyak kata, kepala sekolah pun menarik kedua sejoli tersebut ke kantor Kepala Sekolah, di panggil dan kedua orang tua dua sejoli tersebut. Dan Kepala Sekolahpun Langsung Mengeluarkan Doa sejoli tersebut tanpa hormat. Untung saja peristiwa ini tidak tercium oleh media masa. Anda saja tercium media msa, hancurlah nama SMP Negeri Tercoreng tersebut.

Ini sebuah kisah nyata yang Menimpa Salah Satu SMP Negeri faforit di Semarang, jika ada kesamaan Nama dalam penokohan kami PIK Remaja Al-Hikmah minta maaf sebesar-besarnya.

10 komentar

Blogger Tasik mengatakan...

parah bener tuh siswa, berani banget ia. malu-maluin aja, padahal masih smp...

Admin B.U.A mengatakan...

Waduh...Dasar Tuh mereka.. mainnya di sekolah.. nggak di warnet ajah...hauhauahuahuahuahauha

Belajar Ilmu Komputer mengatakan...

makin gila ja jaman sekarang..cepet kawinin ja gan..biar gx da yang ngelarang kalau mau gitu2an ..

BRI Jakarta Veteran mengatakan...

sungguh peristiwa yang sangat memalukan dan seyogyanya menjadi perhatian para orang tua dirumah dan juga para guru untuk lebih memperhatikan pergaulan para siswanya.

pushtop mengatakan...

BUDAK NAFSU DI USIA DINI.....HEMMMM KASIAN JUGA YA

Asis Sugianto mengatakan...

astafirullah bener-benr nih bocah... masih SMP lakuin hal gituan,,, gak bermanfaat banget... mending nyari kegiatan positif...

Ferdinand mengatakan...

So pastilah gtuan haha... gw suka bahasanya.. wah emank udah susah Sob.... ngikutin dunia barat kali ya hha.a....maennya di WC lagi haha

Worlds Enterprise mengatakan...

payahhhhhhhhhhhhhh

mirna mengatakan...

This is good new hehehehe ...... hantuuuuu children need in this example to alert his teacher .... make no mistake he had what was necessary in the sample rather than two children but the teachers to the students .... hehehehehe

om canel mengatakan...

pikirannya cuma ngentot aja :D
sekolah yg bener :)

Posting Komentar

Jangan Lupa KLIK Google+

Pengikut